Saya Ingin Menulis Lagi

Horeeeeee….

Ada blog post baru :))

 

*laluhening*

Advertisements

Tentang Kredit Bermasalah

Kilas balik ke 2007, dengan bangga memandangi surat-surat lunas dari berbagai bank setelah menutup kartu-kartu kredit yang saya punya. Selama 3 tahun setelahnya saya mengandalkan kartu debit saja. Benar-benar di masa itu adalah masa yang bahagia, tidak ada lagi lembaran-lembaran tagihan datang ke rumah. Saya hanya membelanjakan uang yang saya memang miliki, dan saat tidak ada saya hanya bisa senyum-senyum hahaha *ngenes*.

Tetapi satu waktu ada berita yang mengagetkan, kredit yang saya ajukan ditolak karena gagal BI Checking. Padahal semua surat lunas dari bank-bank ada di tangan saya. Lalu dari pihak bank menyarankan saya untuk meminta IDI Historis untuk mendapatkan SID. Benda apa pula itu?

IDI Historis dan SID

IDI adalah kependekan dari Informasi Debitur Individual. Penambahan kata historis menjelaskan bahwa data tersebut merupakan kumpulan informasi penyediaan dana/pembiayaan baik dari seluruh lembaga keuangan (bank umum, BPR, & non-bank) yang pernah berhubungan dengan anda. Semuanya tersaji dengan jelas di IDI Historis, jadi saya langsung bisa tahu dimana masalah pada penolakan kredit saya tersebut.

Lalu dari mana data IDI Historis tersebut? Jawabannya adalah SID atau Sistem Informasi Debitur, yang datanya dilaporkan secara rutin setiap bulan oleh para lembaga keuangan di atas ke Bank Indonesia. SID inilah yang dijadikan acuan para lembaga keuangan untuk melihat ‘kesehatan’ kredit kita, proses inilah yang biasa disebut BI Checking.

Permintaan IDI Historis

Gedung Bank Indonesia

Siapa saja yang boleh meminta data tersebut? Pada dasarnya siapapun yang pernah berhubungan dengan lembaga keuangan untuk masalah penyediaan dana/pembiayaan. Syaratnya cukup datang ke Gerai Info di Gedung BI, Menara Sjafruddin Prawiranegara Lt. Dasar, Jl. M.H.Thamrin No. 2, Jakarta 10350. Enaknya dokumen yang dibawa cukup KTP asli dan foto copy-nya disiapkan dua lembar saja.

Kalau kebetulan waktu yang dimiliki tidak banyak, permintaan bisa dilakukan via online kok. Nanti akan mendapatkan notifikasi apabila data telah siap dan bisa diambil beserta petunjuk lainnya. Bahkan saat pengambilan, kita akan diberikan penjelasan tentang datanya dan saran-saran apabila ada masalah. Selanjutnya apabila ada masalah, kita harus mengurus sendiri ke lembaga keuangan bersangkutan.

Sedikit catatan, sesuai dengan deskripsi tentang SID di atas, BI itu hanya berfungsi sebagai pusat data. Apabila ada data yang salah atau menurut kita tidak sesuai maka itu adalah tanggung jawab lembaga keuangan sebagai penginput data.

Conclusion

Alhamdulillah sekarang status BI Checking saya sudah baik kembali. Ternyata penting untuk tahu kondisi/status kredit kita, karena pada satu titik kita mungkin berhubungan dengan lembaga keuangan (kartu kredit, KPR, KPM, KPA, dll). Hmm…kecuali mungkin anda punya warisan 1 trilyun ya, jadi tidak perlu dana/pembiayaan dari sebuah lembaga keuangan hehe. Saya sih bukan :p

Saya kasih apresiasi khusus untuk Bank Indonesia, prosesnya simpel dan tidak berbelit-belit. Ditambah oleh para staff yang menurut saya amat sangat membantu.

Dan untuk bank yang tidak melaporkan bahwa saya sudah melunasi kewajiban saya…well…ah sudahlah 🙂

———

Referensi dan artikel lain seputar BI Checking:

Biro Informasi Kredit – Bank Indonesia
Apakah Anda Masuk Daftar Blacklist BI?

120 Minutes of Drama

Last night, to whomever love football, was a great night. Two clubs in the Premier League race to the last second of the game. Manchester United and Manchester City. The two clubs that I don’t support since I’m a Liverpool fans myself. But that didn’t stop me to go and watched the game(s) with my friends in a small coffee place called KL Village – Kopi Tiam (KLV) at Jaksa Street, Jakarta.

Where we watch the game

The crowd was packed, both MU and City fans. MU fans wear their famous red shirt, though their team play with the blue one. What funny was that City fans, are most likely not City fans. They, like me, didn’t wear the blue shirt and support other team. We just love to see other team win it and not United 🙂 #honest.

The Game

MU definitely show composure. They’ve been in this kinda situation for many times. Scored first and create a huge roar among the MU fans at the KLV. But that was it for MU. A bit strange. I thought they were going to push hard and win it like at least 5 goals to none. I mean, they need that goal difference. They didn’t do it though.

Crowned as 2012 Premier League Champion

For City, it was a roller coaster ride. Up, down, down, up, and boom. Scored first, red card for Joey Barton of QPR, equalized, concede another goal against 10 men, Dzeko finally equalized, and then Aguerro scored at the last minute. That how it was. They stood up against the challenge and win it.

120 minutes of good time. Good game. Good drama. And a good heart exercise, even for a Liverpool fan like me :))

Perubahan Itu Baik

Change Sign

Beberapa hari terakhir banyak cerita menarik masalah kepemimpinan Pak Joko Widodo. Ramai tanggapan di linimasa Twitter, baik yang menanggapi secara positif dan juga yang pesimis.

Ada 4 cerita utama yang disampaikan; Pol PP, KTP, menhadapi demonstran, dan relokasi PKL di Solo (lengkapnya di website Pak Chappy Hakim). Intinya adalah bagaimana Pak Joko Widodo merubah beberapa hal dasar di kota Solo. Kekerasan pada artikel Pol PP, budaya musyawarah pada kasus demonstran, birokrasi pelayanan umum untuk KTP, dan solusi untuk para PKL.

Cukup mengerti kenapa banyak teman yang pesimis, semua tokoh yang “berjanji” bisa memperbaiki Jakarta telah gagal. Termasuk yang saat ini menjabat dan pada masa kampanye dahulu mengatakan dia adalah ahlinya. Lalu teman-teman juga membandingkan ukuran, budaya, dan kompleksitas permasalahan di Solo dan Jakarta yang berbeda. Semua bisa dimaklumi dan mungkin benar, mungkin. Akan tetapi…

Pada satu titik kita harus berubah. Jangan berharap hasil berbeda apabila masih melakukan sesuatu dengan orang dan cara yang sama.

Mengutip Albert Einstein, “The world as we have created, it is a process of our thinking. It cannot be changed without changing our thinking.“. Jadi, mari kita merubah ketakutan kita akan perubahan, karena perubahan ke arah yang lebih baik itu tentu saja baik.

*berubahjadigaban*